| Berikut press release TVone tentang perubahan logo dan positioning Kamis, 14/02/2008 | |
| tvOne Fokus Pada Informations, Sport dan Entertainment | |
|
--
Tribun Timur, Surat Kabar
Terbesar di Makassar
www.tribun-timur.com
bones tv, tv episodes, vizio tv, flat screen tv, tv episode, flat panel tv, tv on computer, tv reba, friday night lights tv, ncis tv show,
|
|
|---|
|
|
|---|
| Berikut press release TVone tentang perubahan logo dan positioning Kamis, 14/02/2008 | |
| tvOne Fokus Pada Informations, Sport dan Entertainment | |
|
* Berdiri pada tahun 2001 oleh pengusaha Abdul Latief.
* Konsep baru: Hilangkan klenik, erotisme, berita kriminalitas dan beberapa hiburan ringan lainnya.
* Sejak tahun 2006, sebagian sahamnya juga dimiliki oleh Grup Bakrie yang juga memiliki antv.
* Pada 14 Februari 2008, Lativi secara resmi berganti nama menjadi tvOne, dengan komposisi 70 persen berita, sisanya gabungan program olahraga dan hiburan.
* Abdul Latief tidak lagi berada dalam kepemilikan saham tvOne.
* Komposisi kepemilikan saham tvOne:
PT Visi Media Asia sebesar 49%
PT Redal Semesta 31%
Good Response Ltd 10%
Promise Result Ltd 10%.
Tayangan berbau klenik, erotisme, berita kriminal, dan paket-paket hiburan ringan gaya Lativi sudah tutup buku. Sejak semalam, nama dan logo berubah menjadi tvOne.
Tentu, perubahan tidak berhenti sampai di situ. Segmentasi diubah total. tvOne membidik kalangan premium class. Otomatis, komposisi tayangannya pun dirombak habis. tvOne hadir dengan 70% berita dan 30% tayangan olahraga plus hiburan yang terseleksi.
"Kami tidak hanya mengubah logo dan program, tapi juga target pasar. Dengan konsep berita, olahraga dalam dan luar negeri, serta hiburan yang terseleksi, kami ingin membuat masyarakat Indonesia jadi semakin cerdas," kata Direktur Utama PT Lativi Mediakarya Erick Thohir.
Erick meyakini perubahan pola siaran ini akan menjadi tren baru industri pertelevisian. Biasanya, perubahan hanya menyangkut nama dan logo. Tapi, stasiun televisi yang dikelolanya berubah seluruhnya, dari nama, logo, konten tayangan sampai target market.
Nama tvOne dipilih sebagai bagian dari strategi manajemen untuk memberikan suguhan baru, lebih segar sekaligus berbeda di industri pertelevisian nasional.
"Nama tvOne dipilih karena secara individu dan korporasi stasiun televisi ini diharapkan menjadi nomor satu," tandas Erick.
Seiring revolusi teknologi penyiaran dan persebaran informasi, korporasi-korporasi media terbentuk dan menjadi besar lewat kepemilikan saham. Sebuah upaya penggabungan berbentuk joint-venture, kerja sama, atau pendirian kartel komunikasi raksasa.
Fenomena ini bukanlah fenomena bisnis semata, melainkan juga menyangkut sisi ekonomi-politik yang melibatkan kekuasaan.
PT Lativi Media Karya didirikan pada 2001 dan dikuasai Alatief Corporation milik Abdul Latief, pengusaha yang pernah diangkat sebagai Menteri Tenaga Kerja.
Sebelumnya, stasiun televisi ini hendak dinamakan Pasaraya Mediakarya untuk keperluan lini bisnis Latief lainnya, yaitu ritel pakaian. Tapi, jelang mengudara, ditetapkan nama perusahaan ini menjadi PT Lativi Mediakarya.
Dalam perkembangannya, dengan alasan ingin fokus pada bisnis inti keluarga (Pasaraya), Latief akhirnya melepas kepemilikan Lativi. Kini, PT Lativi Mediakarya digawangi tiga pengusaha muda.
Ketiga sosok muda itu tengah bergelora di pelataran bisnis nasional. Ketiganya adalah Anindya Bakrie dari Bakrie Grup, Rosan Perkasa Roeslani (Presiden Direktur Recapital), dan Erick Thohir (Mahaka Grup) yang semula komisaris PT Lativi Mediakarya. Ketiganya bergabung lewat sebuah konsorsium.
Ketiganya juga bukan orang baru di bisnis media. Mahaka Grup, misalnya, punya 50% saham Jak-TV melalui PT Metropolis Media Nusantara. Metropolis adalah pemegang saham pengendali PT Abdi Bangsa Tbk (ABBA), di mana Erick menjadi direktur utama.
Sementara Anindya Bakrie, putra pengusaha Aburizal Bakrie yang juga Menko Kesra, memiliki sekaligus mengelola antv di bawah bendera PT Cakrawala Andalas Televisi yang berbagi saham dengan StarTV, raksasa media Hong Kong milik Rupert Murdoch.
Bakrie Grup memang sudah lama mengincar >i>Lativi, terutama sejak kewajiban utang Lativi kepada Bank Mandiri senilai Rp 418 miliar telah dilunasi oleh Konsorsium Capital Managers Asia Pte Ltd (CMA) awal 2007.
Sebagai sebuah institusi jasa keuangan yang berbasis di Singapura, CMA sudah memiliki kedekatan dengan kelompok usaha Bakrie. Pasalnya, CMA menanamkan investasi Rp 250 miliar untuk pengembangan Esia di 2004 dan tercatat pula sebagai pemegang saham minoritas di antv.
Erick menampik rumor yang menyatakan StarTV masuk dalam struktur kepemilikan PT Lativi Mediakarya. Tapi, sebuah sumber mengungkapkan grup media yang berbasis di Hong Kong itu masuk sebagai salah satu pemilik meski saham mayoritas didominasi Bakrie Grup.
Kemungkinan besar siaran tvOne bakal menjadi salah satu konten B-TV, televisi berbayar milik kelompok usaha Bakrie. “Mungkin baru mengisi B-TV pertengahan tahun,†kata Erick.
Kehadiran tvOne mempertegas kecenderungan konsolidasi bisnis teve yang marak dilakukan pemilik perusahaan untuk menekan biaya operasi.
Kepemilikan media, ternyata, bukan hanya berurusan dengan persoalan produk, tapi berkaitan pula dengan bagaimana kondisi sosial, citra, berita, pesan, dan kata-kata dikontrol dan disosialisasikan kepada masyarakat.
Juga tak bisa dilepaskan dari karakteristik institusi bisnis yang diharapkan mampu memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional. [E1/I3]
Halo semua…,
Kemarin, 14 Februari 2008 ada sesuatu yang beda di layar kaca kita. Relaunch Lativi menjadi TV One. Segmentasi TV ini pun berbeda, Lativi dari yang semula adalah stasiun TV hiburan, sekarang berubah menjadi Channel Berita, Sport dan Entertainment.
Yang menarik juga, TV ini diresmikan oleh bapak Presiden Susilo B. Yudhoyono dengan simbolis, yaitu dengan menekan tombol untuk menjalankan grafik logo tune dari tv ONE
tvOne secara progresif memberikan inspirasi kepada masyarakat Indonesia berusia 15 tahun ke atas untuk berpikir maju dan melakukan perbaikan bagi diri sendiri dan masyarakat sekitar melalui program informasi, olahraga dan hiburan (information, sports & entertainment)
tvOne akan menyajikan program yang mengandalkan INFORMATIONS, SPORTS dan SELECTED ENTERTAINMENT. Keseriusan tvOne dalam menerapkan strategi tersebut dibuktikan dengan menampilkan format-format yang inovatif dalam hal pemberitaan dan penyajian program. Sebagai pendatang baru dalam dunia News, tvOne telah mempersiapkan bentuk berita baru yang belum pernah ada sebelumnya, seperti Apa Kabar Indonesia yang telah tayang perdana pada Hari Senin 11 Februari 2008. Apa Kabar Indonesia adalah program informasi dalam bentuk diskusi ringan topik-topik terhangat bersama para narasumber dan masyarakat, disiarkan secara langsung pada pagi hari dari studio luar tvOne. Program berita hardnews tvOne dikemas dengan judul : Kabar Pagi, Kabar Pasar, Kabar Siang, Kabar Petang dan Kabar Malam. Kabar Petang menampilkan bentuk pemberitaan yang belum pernah ditampilkan oleh stasiun televisi lainnya, yaitu menghadirkan secara langsung berita-berita dari Biro Pusat –Jakarta dan beberapa Biro Daerah (Medan, Surabaya, Makassar) dengan bobot pemberitaan yang berimbang antar semua Biro. Kabar Malam bekerjasama dengan seluruh media nusantara untuk menghasilkan editorial yang lengkap, kredibel dan dinamis.
tvOne memproduksi pula program-program current affairs yang eksklusif seperti Telusur, Kerah Putih, Menyingkap Tabir, Mata Kamera. Program-program documentary tvOne mengandung unsur petualangan dan edutainment dengan judul program : Nuansa Seribu Pulau, Sahabat Satwa, Panji Sang Penakluk dan Khatulistiwa. Untuk sajian reality show, dihadirkan Adrenalin, Aneh tapi Ada dan 1001 Isi Dunia. Sedangkan program life style wanita tersaji dalam kemasan , Dunia Belanja, Gaya , Home Living dan Mr Renov.
Tayangan Sport akan meliput pertandingan yang disiarkan langsung mulai Kompetisi Sepakbola Nasional (Copa Indonesia), Sepak Bola Eropa (Liga Inggris dan Lig
a Belanda), Kompetisi Bola Basket Nasiional (IBL), Bola Volly Nasional (Pro Liga). tvOne akan serius dalam mengembangkan program acara yang berbeda dengan program stasiun televisi lain, dengan menayangkan Entertainment Pilihan yang mampu memberikan inspirasi bagi para pemirsa untuk maju dan berpikiran selalu positif, tanpa unsur membodohi.Pada awal Tahun ini tvOne memiliki 26 stasiun pemancar dan pada akhir tahun akan menjadi 37 stasiun pemancar di berbagai daerah dengan jumlah potensi pemirsa 162 juta pemirsa.
VISI & MISI
tvOne secara korporasi mempunyai VISI & MISI untuk mendorong kemajuan di segala lapisan : individu, kelompok, komunitas, yang pada akhirnya berdampak pada kemajuan bangsa secara keseluruhan.
Untuk itu, filosofi logo merefleksikan keinginan tersebut :
• Warna Merah dan Putih melambangkan Indonesia
• Lingkaran dengan angka 1 di dalamnya merupakan simbol persatuan
• Sedangkan penggunaan kalimat berbahasa Inggris, One, menunjukkan kesiapan tvOne dalam kancah pertelevisian global. Mudah dipahami oleh mitra kerja tvOne yang berada di luar negeri serta mencerminkan optimisme kebangsaan, sebagai bangsa Indonesia yang ingin majuDI BALIK tvOne
tvOne diperkuat oleh sekitar 850 karyawan yang terpilih dan terampil di bidangnya masing – masing dengan jajaran pimpinan manajemen :- Direktur Utama : Erick Thohir;
- Wakil Direktur Utama : Ardiansyah Bakrie,
- Direktur Pemberitaan , Olahraga dan Produksi : Sukarni Ilyas;
- Direktur Teknik : Alex Kumara,
- Direktur Keuangan : Charlie Kasim
- Direktur Programming dan Marketing : Otis Hahijary
www.tvone.co.id
Pemberitaannya digawangi oleh Karni Ilyas, didukung VIZRT ( sistem grafik yang juga digunakan CNN, Fox News, dan di Indonesia digunakan oleh Metro TV, RCTI, dsb. ), para presenternya ialah presenter yang tidak asing lagi, mereka ialah :
Kebanyakan dari antv, oh ya Abdul Latief sudah keluar dari manajemen, kenapa ya?
Anyway, sekilas sih memang baru, tapi kalau melihat apa yang ditampilkan, image Lativi-lah yang masih terasa dalam penyajiannya…
Sukses untuk tvONE
SUMBER: http://nealsterling.wordpress.com/2008/02/15/relaunch-of-lativi/
Posted in Indonesia Kita | Tagged antv, Bakrie, Lativi, Launching tv ONE, Relaunch, Relaunch Lativi, tv ONE | 1 Comment
hehe…apanya yang baru ya? cuma logo kalee… plus presenter2 beritanya. yang laen mah masih sama… image/bau Lativi masih belum mau ilang alias lengket seperti permen karet…
Company Description
PT. Global Informasi Bermutu (GTV) was established in March 22nd, 1999. Since it first aired in October 8th 2001, GLOBAL TV has quickly positioned itself as the youngest, private, national coverage TV station in Indonesia targeted for young audience. In 2006, GLOBAL TV launched its new vision in becoming to concentrate on serving the young family from all social segments. The division of air time will be 8 hours of NICKELODEON programs, 8 hours of MTV programs and 8 hours of GLOBAL TV programs. Global TV is indirectly own by by PT. Global Mediacom Tbk through PT. Media Nusantara Citra (MNC). More info about GTV please see our website at www.globaltv.co.id
| Rabu, 27-02-2008 |
| Spirit Cianjur untuk Televisi Kabel |
| Opini Tribun |
| Oleh: A Taddampali, Wakil Ketua KPID Sulawesi Selatan Pada tanggal 19 - 22 Februari 2008, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menyelenggarakan Rapat Pimpinan (rapim) KPI Bidang Perizinan di Hotel Yasmin, Cianjur, Jawa Barat, yang diikuti oleh seluruh Koordinator Bidang Perizinan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) se Indonesia. |
| Salah satu agenda rapim dan mendapat perhatian yang cukup serius adalah persoalan televisi kabel. Perkembangan penyiaran di Indonesia memang cukup pesat. Hanya saja, perkembangan itu tidak dibarengi dengan perluasan jangkauan siaran melalui pendirian menara pemancar di berbagai daerah. Masih ada daerah yang belum terjangkau oleh siaran televisi. Ceruk pasar inilah yang dimasuki oleh para pengusaha televisi kabel yang saat ini marak bermunculan di berbagai daerah di Indonesia. Televisi kabel dibangun untuk mengatasi kesulitan penerimaan siaran televisi yang dialami oleh daerah-daerah dengan penerimaan sinyal yang buruk dan bahkan tidak ada sinyal sama sekali atau obstacle. Caranya cukup sederhana. Operator televisi kabel menangkap siaran melalui antena parabola lalu men-sharing atau menyambungkan kepada pelanggannya melalui kabel coaxial tanpa bisa melakukan sensor siaran atau konten. Serat Optik Keberadaan televisi kabel semacam ini memang tidak lepas dari sejarah penyiaran kita. Prihadi Murdiyat menyebutkan bahwa kabel telah menjadi penghubung yang efektif antara operator siaran televisi dan pelanggannya. Menurut literatur, sistem televisi kabel pertama dibuat pada tahun 1948 dengan menggunakan kabel jenis twin head. Kabel ini berbentuk pita seperti yang dipasang pada televisi hitam putih. Sistem berikutnya dibuat pada tahun 1950 dan telah menggunakan kabel coaxial. Kabel ini tersusun dari konduktor dalam yang diselimuti isolator dan konduktor luar seperti yang dipasang antara antena dan pesawat televisi saat ini. Pada perkembangan selanjutnya, media penghubung itu juga memanfaatkan jaringan microwave, satelit, dan kabel serat optik. Pada tahun 1948, Ed Parson yang tinggal di Astoria, Oregon, membuat sistem community antenna television (CATV) dengan media kabel twin head dan dipasang dari satu atap rumah ke atap rumah lain. Lalu pada tahun 1950 Bob Tarlton membangun sistemnya di Landford, Pennsylvania, dengan menggunakan kabel coaxial yang dipasang pada tiang. Model inilah yang kemudian banyak digunakan oleh penyelenggara televisi kabel, termasuk yang marak di berbagai daerah di Indonesia. Pada perkembangan selanjutnya, bisnis televisi kabel telah menjadi lahan yang menggiurkan. Keuntungan yang diperoleh dari usaha ini lumayan besar. Maka bermunculanlah para pengusaha televisi kabel di daerah. Ada yang mempunyai pelanggan hingga ratusan rumah, tetapi ada juga yang mempunyai pelanggan puluhan rumah saja. Tidak Senafas Namun saat ini masih sering terjadi persinggungan diantara para pengusaha televisi kabel di daerah. Pemicunya juga beragam. Tetapi yang paling sering adalah akibat persaingan usaha dan perebutan pelanggan. Di salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan bahkan ada dua pengusaha televisi kabel yang bersitegang dan berujung pada bentrok fisik. Untuk menarik pelanggan, bahkan ada kasus pengusaha televisi kabel yang menyiarkan video porno. Kini kasusnya sudah ditangani oleh kepolisian. Memang semestinya di Indonesia ada regulasi tentang lembaga penyiaran berlangganan yang yang di dalamnya termasuk yang akan menggunakan satelit, teresterial, dan kabel. Penggunaan satelit biasanya untuk lingkup nasional, sedangkan penggunaan teresterial adalah untuk nasional dan lokal, sementara penggunaan kabel hanya di tingkat lokal. Ketentuan Umum Pasal 1 Ayat 1 Undang-Undang No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran (UU Penyiaran) menyebutkan; Penyiaran adalah kegiatan pemancarluasan siaran melalui sarana pemancaran dan/atau sarana transmisi di darat, di laut atau di antariksa dengan menggunakan spektrum frekuensi radio melalui udara, kabel, dan/atau media lainnya untuk dapat diterima secara serentak dan bersamaan oleh masyarakat dengan perangkat penerima siaran. Berdasarkan ketentuan itu, maka televisi kabel masuk dalam domain penyiaran. UU Penyiaran sendiri hanya mengakomodir empat lembaga penyiaran, yakni Lembaga Penyiaran Publik, Lembaga Penyiaran Swasta, Lembaga Penyiaran Komunitas, dan Lembaga Penyiaran Berlangganan (Pasal 13 Ayat 2). Sesuai dengan model pemancarluasannya yang hanya diterima oleh para pelanggannya, maka televisi kabel tergolong Lembaga Penyiaran Berlangganan. Untuk teknis pelaksanaannya, Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 52 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Penyiaran Lembaga Penyiaran Berlangganan. Namun PP tersebut rupanya tidak senafas dengan praktik penyelenggaraan televisi kabel. Frame pembuatan PP tersebut adalah praktik televisi berlangganan seperti Indovision, Cable Vision, dan semacamnya, sehingga syarat administrasi dan perizinannya sangat berat bagi pengelola televisi kabel di daerah. Akibatnya, terjadi pelanggaran copyright atau hak cipta di bidang penyiaran oleh penyelenggara televisi kabel. Rapim KPI di Cianjur itu kemudian melahirkan berbagai rekomendasi terkait televisi kabel. KPI berpendapat bahwa maraknya televisi kabel di berbagai daerah di Indonesia, terutama di wilayah blank spot, adalah merupakan potensi lokal yang sangat berkaitan erat bagi kepentingan distribusi informasi dan ekonomi masyarakat daerah yang perlu mendapatkan perhatian. Berdasarkan asas manfaat yang dianut dalam UU Penyiaran, televisi kabel telah membantu upaya redistribusi siaran kepada masyarakat yang berada di wilayah blank spot atau dengan kualitas siaran televisi yang kurang baik. Untuk itu, televisi kabel harus diarahkan agar dapat berjalan sesuai dengan koridor hukum dan peraturan yang berlaku. Rapim KPI juga mengamanatkan agar segera disusun konsep peraturan yang dapat mengakomodir keberadaan televisi kabel serta penyusunan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS) yang mengatur tentang Lembaga Penyiaran Berlangganan. Yang menarik, Rapim juga mengamanatkan agar KPI Pusat berkoordinasi dengan Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) untuk menyusun sebuah Peraturan Menteri (Permen) atau Surat Keputusan Bersama terkait dengan Lembaga Penyiaran Berlangganan agar dapat menyerap aspirasi keberadaan televisi kabel. Rekomendasi-rekomendasi dari Rapim KPI di Cianjur itu sedikit banyak telah melegakan berbagai pihak, terutama yang terkait dengan televisi kabel. Ada semangat baru untuk menjalankan tugas dan kewajiban KPI sesuai amanat UU Penyiaran, salah satunya adalah menjamin masyarakat untuk memperoleh informasi yang layak dan benar sesuai dengan hak asasi manusia. Bagi pengusaha televisi kabel sendiri diharapkan membentuk asosiasi dan menetapkan kode etik bersama agar ada aturan yang bisa ditaati bersama. Asosiasi ini juga yang nantinya akan melakukan kerja sama dengan penyelenggara Lembaga Penyiaran Berlangganan yang sesungguhnya dan selama ini kontennya telah dimanfaatkan oleh pengusaha televisi kabel untuk disiarkan kepada para pelanggannya. Tentunya kerja sama itu melalui perhitungan bisnis yang disepakati bersama. Misalnya asosiasi televisi kabel inilah yang akan mengurus soal biaya hak cipta penyiaran dari masing-masing anggotanya. Dengan demikian, tidak ada lagi pelanggaran hak cipta seperti yang selama ini terjadi. Spirit Cianjur itu telah memberikan harapan baru kepada semua pihak. Kita berharap status hukum televisi kabel di daerah akan semakin jelas. Dengan demikian masyarakat sebagai pengguna juga akan semakin nyaman menerima siarannya dan pada akhirnya akan mendorong terbentuknya masyarakat informasi di daerah-daerah. Yang tak kalah pentingnya, spirit Cianjur telah menjadi tanda semakin membaiknya hubungan antara KPI dan Pemerintah, dalam hal ini Depkominfo. Tribun Timur, Selalu yang Pertama Ada peristiwa menarik? SMS www.tribun-timur.com di 081.625.2233 email: tribuntimurcom@yahoo.com Hotline SMS untuk berlangganan koran Tribun Timur, Makassar (edisi cetak) : 081.625.2266. Telepon: 0411 (8115555) (***) |
|
| Sabtu, 23-02-2008 | 20:56:27 |
| Pemeran Film Bandung With Love Suka Coto Makassar |
| Laporan: Meliana Bory. mhellonk_ftuh@yahoo.com |
| Makassar, Tribun - Pemeran utama pria film From Bandung With Love, Richard Kevin, rupanya sudah dua kali ke Kota Makassar. Baik artis, wisatawan, ataupun hanya sekadar singgah ke kota yang dijuluki kota Anging Mammiri ini, tidak bakalan merasa afdal jika tidak mencoba masakan khasnya. |
| Hal inipun juga dirasakan Richard Kevin. Dua kali kunjungannya ke kota ini, hidangan coto Makassar, merupakan makanan yang menjadi favorit sekaligus dirindukannya. "Gue paling suka makan makanan satu ini, aroma dan rasanya enak," tuturnya saat mengikuti kegiatan road show fil From Bandung With Love, di SMA Kartika Chandra Kirana (Kachak) Makassar, tadi siang. Kegiatan tersebut digelar oleh Telkomsel. Selain Kevin, salah seorang pemain pendukung di film yang diproduseri oleh Lghthouse Production itu, Lulu, juga hadir dalam kegiatan itu. Meski baru pertama kali menginjak kota yang sudah berusia 400 tahun ini, Lulu, sangat penasaran dengan rasa yang didapatkan dari sop konro. "Pokoknya hunting makanan, salah satunya sop konro wajib dilakukan. Saya mau rasa masakan khas yang satu itu," katanya yang disertai senyuman. (*) Tribun Timur, Selalu yang Pertama Ada peristiwa menarik? SMS www.tribun-timur.com di 081.625.2233 email: tribuntimurcom@yahoo.com Hotline SMS untuk berlangganan koran Tribun Timur, Makassar (edisi cetak) : 081.625.2266. Telepon: 0411 (8115555) (asw) |
Submit Express Newsletter #66 Feb 28 2005 |
|
| No | Transmitter Station | Daya (Kw) | Channel/Power | Area of Service | |
| (1) | (2) | (3) | (4) | (5) | |
| 1. | MAKASSAR | 5 | 174 - 181 CH.4 | Maros, Pangkep, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Selayar, Bulukumba barat dan Jeneponto | |
| 2. | GUNUNG LOKA (KAB.BANTAENG) | 0,3 | 209 - 216 CH 9 | ||
| 3. | TANJUNG BUTUNG (KAB.BARRU) | 0,3 | 188 - 195 CH 6 | Barru, Pallaranro, Makadae | |
| 4. | GUNUNG MAKKADAE (KAB.SIDRAP) | 1 | 209 - 216 CH 9 | Sidrap, Wajo, Pare-pare, Pinrang, Polmas, dan Majene | |
| 5. | BARAKA (KAB. ENREKANG) | 0,3 | 181 - 188 CH 5 | Enrekang, Getengan | |
| 6. | BUNTU TABANG (KAB.TATOR) | 0,3 | 202 - 209 CH 8 | Rante Pao, Makale | |
| 7. | KANREAPIA (KAB.GOWA) | 0,3 | 195 - 202 CH 6 | Sinjai, Bone | |
| 8. | SENGKANG ( KAB.WAJO) | 0,3 | 188 - 195CH 7 | Bone Utara, Soppeng, Wajo | |
| 9. | PALOPO (KOTA PALOPO) | 0,1 | 195 - 202 CH 7 | Palopo dan Sekitarnya | |
| 10. | SOROAKO (KAB.LUWU UTARA) | 1 | 174 - 181 CH 4 | Soroako | |
| 11. | BUKIT ASSULI / SOROAKO | 0,05 | 195 - 202 CH 8 | Wawondula, Wassuponda | |
| 12. | SAMPODO | 10 | 195 - 202 CH 8 | Palopo, Belopa, Siwa | |
| 13. | RINDING ALLO (KAB. TATOR) | 0,01 | 174 - 181 CH 4 | Rinding Allo | |
| SUMBER: http://www.tribun-timur.com/view.php?id=64891&jenis=Makassar Rabu, 20-02-2008 | 17:50:24 |
| DPRD Parepare: Banyak Televisi dan Radio Liar |
| Laporan: Ridwan Putra, tribuntimurcom@yahoo.com |
| Parepare, Tribun - Anggota DPRD Parepare meminta wartawan yang melaporkan stasiun televisi kabel CTV Pare ke dewan dan polisi agar juga melaporkan stasiun televisi maupun radio yang tidak resmi. Sebab di Parepare banyak stasiun liar yang beroperasi. CTV dilaporkan karena tidak berizin. |
| "Ini tidak adil, masa hanya CTV yang dilapor sementara ada sejumlah stasiun siaran audio lain di Parepare yang juga illegal," kata anggota Komisi B Muhammad Haidir, beberapa menit lalu. Politis PAN ini menilai, jika hanya CTV yang disoroti maka terkesan ada kepentingan sepihak sementara media audio lainnya di Parepare jelas-jelas ada yang tidak memiliki izin. "Kalau perlu laporkan semua yang tidak memiliki izin. Seperti radio siaran di Parepare. Setahu saya, cuma ada dua yang memiliki izin resmi yaitu Radio GISS dan radio Mesra FM," paparnya. Anggota dewan lainnya, Abd Rahman Saleh, mendesak pimpinan dewan agar menyelesaikan persoalan tersebut.(*) Ada peristiwa menarik? SMS www.tribun-timur.com di 081.625.2233 email: tribuntimurcom@yahoo.com Hotline SMS untuk berlangganan Tribun Timur edisi cetak: 081.625.2266. Telepon: 0411 (8115555). (lim) |
Febric Fitriansyah wants to stay in better touch using some of
Google's coolest new
products.
If you already have Gmail or Google Talk, visit:
http://mail.google.com/mail/b-47724b57ed-113fdc4270-db879c8a3e52a6cc
You'll need to click this link to be able to chat with Febric Fitriansyah.
To get Gmail - a free email account from Google with over 2,800 megabytes of
storage - and chat with Febric Fitriansyah, visit:
http://mail.google.com/mail/a-47724b57ed-113fdc4270-dc9003cc4a
Gmail offers:
- Instant messaging right inside Gmail
- Powerful spam protection
- Built-in search for finding your messages and a helpful way of organizing
emails into "conversations"
- No pop-up ads or untargeted banners - just text ads and related information
that are relevant to the content of your messages
All this, and its yours for free. But wait, there's more! By opening a Gmail
account, you also get access to Google Talk, Google's instant messaging
service:
Google Talk offers:
- Web-based chat that you can use anywhere, without a download
- A contact list that's synchronized with your Gmail account
- Free, high quality PC-to-PC voice calls when you download the Google Talk
client
Gmail and Google Talk are still in beta. We're working hard to add new features
and make improvements, so we might also ask for your comments and suggestions
periodically. We appreciate your help in making our products even better!
Thanks,
The Google Team
To learn more about Gmail and Google Talk, visit:
http://mail.google.com/mail/help/about.html
http://www.google.com/talk/about.html
(If clicking the URLs in this message does not work, copy and paste them into
the address bar of your browser).
http://www.tribun-timur.com/index.php?jenis=Opini%20dan%20Salam Tribun Timur Edisi Cetak | |||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
|---|








