Monday, July 28, 2008

Tribun TV: Bendi, Kendaraan Tak Peduli BBM Naik

Tribun TV
http://www.tribun-timur.com/viewv.php?id=89733&jenis=TribunTV




Minggu, 27-07-2008 
Bendi, Kendaraan Tak Peduli BBM Naik


 
Pemilik dokar di Desa Allaere Kecamatan Tanralili Kabupaten Maros, 40 Km dari Makassar, tidak pusing dengan naiknya harga BBM. Di saat pemilik kendaraan lain menaikkan harga hingga 50 persen, mereka malah tetap memasang tarif lama

Tarif sekali jalan antar desa hanya Rp 1.000-2.000 per orang. Tarif ini berlaku sejak dua tahun lalu. Maklum saja kendaraan ini tidak menggunakan bensin, mereka menggunakan tenaga kuda.

Angkutan ini masih bisa ditemui di pedalaman Maros. Namun jangan harap menemuinya di dalam kota. Pasalnya mereka kalah bersaing dengan ojek dan angkutan umum lainnya

Minggu pagi mereka terlihat asyik mengantar penumpang yang baru saja pulang berbelanja di pasar yang hanya buka pada hari Minggu dan Rabu.

Tribun Timur TV

Reporter: Mursalim Djafar


--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com

Friday, July 25, 2008

Diet Nonton Televisi Perlu Digalakkan Keluarga

Sumber: Tribun Timur, Makassar
Link: http://www.tribun-timur.com/view.php?id=88507&jenis=Makassar
Sabtu, 19-07-2008 | 00:29:56 
Diet Nonton Televisi Perlu Digalakkan Keluarga
Laporan: Kompas.com
 
Jakarta, Tribun - Berjam-jam anak-anak menonton televisi setiap hari tanpa didampingi orang tua, akan memberikan pengaruh buruk terhadap anak. Karena itu diet nonton televisi harus digalakkan. Seandainya kegiatan menonton diganti dengan kegiatan membaca, sangat mencerahkan dan mencerdaskan.
 
"Jika ada gerakan hari tanpa televisi, tanggal 23 Juli, maka Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sangat mendukung. Ini akan mengurangi dampak buruk televisi terhadap anak," kata Koordinator Bidang Isi Siaran KPI, Yazirwan Uyun, Jumat (18/7) di Jakarta.

Menurut Yazirwan, dari perjalanannya ke berbagai daerah, ternyata ada sejumlah daerah yang sudah melakukan "diet" nonton televisi, dan itu diatur melalui peraturan daerah. Ada juga melalui larangan di sekolah-sekolah.

"Kualitas tayangan televisi dewasa ini belum sesuai harapan KPI. Apalagi, karena orangtua sibuk, anak-anak jarang didampingi. Anak-anak yang lama di depan televisi tak sempat lagi bersosialisasi dan berdiskusi dengan keluarga, " ujarnya.

Karena itu, jika ada gerakan hari tanpa televisi, LSM perlu lebih mendorong masyarakat, sebagai bentuk untuk membebaskan anak-anak dari candu menonton televisi, yang seharusnya tayarangan itu bukan diuntukkan kepadanya. Juga gerakan ini bisa menghemat pemakaian listrik.(*)

--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com

Monday, July 14, 2008

Kick Andy di Unhas: Cerita Tentang Cairan Infus Kedaluarsa


http://www.tribun-timur.com/viewrss.php?id=87757
Cerita Tentang Cairan Infus Kedaluarsa
Kick Andy Off Air (3)
 
NAMA lengkapnya Hajjah Andi Rabiah. Tapi sejak pengabdiannya menolong pasien dari satu pulau ke pulau lain dengan sarana transportasinya berupa perahu tradisional diabadikan dalam film berjudul Suster Apung yang kemudian memenangkan lomba film dokumenter Eagle Award Metro TV 2006 lalu, ia pun kini lebih dikenal sebagai Suster Apung.
Sesungguhnya wanita kurus berjilbab itu hanyalah suster biasa. Tapi karena medan kerjanya yang tak biasa, ibu empat anak yang telah berusia setengah abad itu pun terbentuk oleh alam menjadi seorang suster yang luarbiasa.
 
Sekitar 30 tahun mengabdi sebagai perawat, ia kadang dituntut layaknya bidan yang harus bisa membantu setiap penduduk di pulau melahirkan. Juga kadang dituntut seperti seorang dokter yang melayani pasien sakit.
"Sebagai perawat, saya sebenarnya bisa kena malapraktik," ungkapnya jujur pada acara Kick Andy Off Air "Indahnya Berbagi" yang digelar Metro TV di Baruga AP Pettarani, Universitas Hasanuddin, Tamalanrea, Jumat (11/7) lalu.
Suatu hari, akibat keterbatasan obat-obatan Rabiah terpaksa memberikan cairan infus yang kedaluarsa sudah lima tahun kepada seorang penduduk yang sedang sekarat.
"Tapi, alhamdulilah orang itu masih hidup sampai sekarang," ujarnya yang disambut tawa dan aplaus dari penonton yang menyaksikan acara itu. Termasuk Rektor Universitas Hasanuddin Prof Dr Idrus Paturusi SpBO yang juga guru besar kedokteran ini.
Rabiah dengan jujur mengaku hal itu ia lakukan karena di daerah ia bekerja, tak ada bidan. Apalagi dokter. Umumnya bidan dan dokter lebih memilih bekerja di kota atau daerah yang dekat kota. Sangat jarang ada yang rela mengabdi di pulau terpencil. Apalagi jika di pulau itu tak ada listrik.
Rabiah selama ini bekerja di Puskesmas Liukang Tangaya di Pulau Sapuka, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Wilayah ini hingga kini belum dilayani penerangan dari PLN. Kalau naik perahu motor dari Pelabuhan Paotere, Makassar, menuju tempat kerja Suster Apung, lama perjalanan laut paling cepat 24 jam.
Itu pun jika dalam perjalanan tak ada gangguan atau ombak normal. Wilayah kerja Rabiah memang meliputi satu kelurahan ditambah empat desa. Tapi satu kelurahan dan empat desa yang dilayani itu tersebar di 25 pulau di perbatasan antara Laut Flores, Laut Jawa, dan Selat Makassar.
Dalam melayani pasien, Rabiah harus mengarungi lautan luas dan ombak tinggi menuju pulau yang satu ke pulau yang lain. Jarak antarpulau ditempuh minimal tiga jam dan terjauh kadang. Bahkan tak jarang, ia harus berada di laut sehari semalam untuk bisa tiba di pulau di mana pasien membutuhkan pelayanannya.
Hal yang mengesankan, suster ini berani bertaruh mati di tengah deru ombak dan angin kencang yang menerpanya, demi tergenapi harapan bahwa pasien di ujung pulau sana dapat segera sehat dengan obat-obatan yang d ikantunginya.
Padahal selama hampir 30 tahun mengabdi sebagai suster, baru setahun lalu ia mendapat SK sebagai pegawai negeri sipil dari Pemerintah Kabupaten Pangkep. Suatu dedikasi yang masih sangat tulus dan mahal.

--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com

Saturday, July 12, 2008

Kekuatan Cinta Betania Eden

SumbeR: Tribun Timur, Makassar

Kick Andy Off Air di Universitas Hasanuddin, Makassar
http://www.tribun-timur.com/view.php?id=87553&jenis=Kota

Minggu, 13-07-2008 
Kekuatan Cinta Betania Eden
LELAKI cacat dengan kepala yang tak bisa ditumbuhi rambut, telinga tak ada, dan mata membelalak bak mau keluar, dan tubuh yang gosong, adakah wanita yang mau?
Kebanyakan wanita mungkin akan berpikir berjuta kali. Manusiawi. Setiap insan wanita mendambakan menikah dengan lelaki tampang.
Tapi tidak bagi Betania Eden. Wanita ini rela menikah dengan Dwi Krismawan yang memiliki rupa buruk akibat terbakar dalam kecelakaan pesawat yang digunakannya saat latihan terbang dan menabrak punggung gunung.
 
Hampir satu setengah jam, Dwi yang merupakan calon pilot dan instrukturnya itu harus berjuang melepaskan diri dari api yang membakar hampir sekujur tubuh mereka. Delapan jam setelah pesawatnya jatuh, tim penyelamat berhasil mengevakuasi Dwi dan seorang instrukturnya.
Peristiwa jatuhnya pesawat latih jenis FG-10 milik Sekolah Tinggi Penerbangan Curug itu terjadi pada 28 Januari 1997. Keduanya selamat. Tetapi, semua itu membawa dampak besar dalam kehidupan mereka selanjutnya. Lebih 50 persen tubuhnya gosong. Ia sempat tak bisa berbicara. Tangannya tak bisa digerakkan.
"Wajah saya harus dioperasi 25 kali supaya berbentuk lagi," ungkap Dwi saat tampil pada acara Kick Andy Off Air "Indahnya Berbagi" yang digelar di Baruga AP Pettarani, Kampus Universitas Hasanuddin, Tamalanrea, Jumat (11/7) sore.
Namun kasih Tuhan lagi-lagi menghampirinya. Di balik musibah itu ada kekuatan cinta luar biasa yang membuat Kris, calon pilot yang dulu tampan dengan masa depan cerah, harus berjuang bangkit dari kehancuran hidupnya karena cacat wajah permanen yang sungguh mengerikan.
Beberapa bulan sebelum peristiwa nahas itu, pemuda asal Jawa ini jatuh cinta pada seorang gadis Ambon, Bethania Eden, yang memikat hatinya. Sayang, orangtua Kris tidak merestui hubungan itu. "Hanya karena menurut primbon Jawa, saya dan Mas Kris tak cocok, saya dianggap membawa sial bagi putra mereka," ungkap Bethania, yang akrab dipanggil Ibeth.
Bahkan pada saat Ibeth hendak menjenguk sang kekasih yang terkapar di rumah sakit, orangtua Kris tetap melarang. "Dengan perasaan guncang dan sedih, saya berdoa: Tuhan, jika Engkau memberi kesempatan dia hidup, aku berjanji akan menemani dia seumur hidupku,'' ujar Ibeth yang kini dikarunia seorang anak.
Keajaiban terjadi. Kris yang oleh dokter sudah dinyatakan hanya mampu bertahan tiga hari itu berangsur pulih. Walaupun seluruh wajahnya rusak. Rambutnya tidak lagi bisa tumbuh, kedua daun telinga hancur, dan bentuk bibir dan hidungnya berantakan. Begitu juga jari-jari kedua tangannya pun lengket satu sama lain. Tulangnya bengkok.
Hampir dua tahun ia menderita kesakitan luar biasa selama dirawat di rumah sakit . Keluar dari rumah sakit, ia pun masih disingkirkan dari pergaulan. Hal itu sempat membuat Dwi beberapa kali ingin bunuh diri.
Untungnya, Dwi yang mengingat janjinya kepada Tuhan, akhirnya memilih setia merawat dan menemani Dwi di rumah sakit. Ibeth akhirnya juga memutuskan melamar Dwi untuk ia jadikan suami.
"Namun akibat pilihan saya menikahi Mas Dwi, keluarga dan banyak rekan-rekan saya yang mengatakan saya sudah gila. Tak waras. Ada yang bilang, kok mau-maunya sama pria yang buruk rupa dan tak bisa diharapkan mencari nafkah. Tapi saya sudah berjanji pada Tuhan, maka saya harus menepatinya," tutur wanita berkulit putih itu saat menemani suaminya di acara Kick Andy tersebut.
Sebuah kisah tentang kekuatan cinta, the power of love, yang sungguh mengharukan. Kisah Dwi dan Bethania mengungkap betapa dukungan kasih orang terdekat akan sangat memiliki pengaruh positif yang besar untuk menumbuhkan harapan dan perjuang hidup.
Sang kekasih yang selalu mendampinginya, tak putus-putusnya membisikan kata-kata yang membangkitkan semangat. Kata-kata inilah yang membuat Dwi mampu bertahan, dan melewati masa kritis.
Dwi pun kini makin percaya diri. Bahkan tak sungkan menjadi wajahnya yang buruk itu sebagai lelucon setiap kali hadir muka umum.(jum)

--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com

Sunday, July 6, 2008

KPI Tegur Trans TV dan Global TV soal Materi Tayangan

Sudah lama dikeluhkan betapa tayangan TV Indonesia tidak aman buat keluarga di rumah. Inilah satu buktinya versi KPI.

Maju terus KPI. Lindungi keluarga Indonesia.


Sumber: detikcom

07/07/2008 12:34 WIB
Extravaganza Trans TV Terancam Distop KPI
Chairina Fatia - detikcom

Jakarta - Acara Extravaganza yang ditayangkan Trans TV kembali mendapat teguran Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Acara komedi yang dinilai mengandung unsur pelecehan itu pun terancam dihentikan penayangannya.

"Extravaganza Trans TV, yang sebelumnya pernah mendapat teguran, kali ini teguran terakhir. Apabila Trans TV tidak memperbaiki juga tayangan ini, KPI meminta untuk tayangan ini dihentikan," kata anggota KPI pusat Yazirwan Uyun di Kantor KPI, Jl Gadjah Mada, Jakarta Pusat, Senin (7/7/2008).

Yazirwan menjelaskan, keputusan itu dihasilkan dari pantauan KPI terhadap tayangan televisi periode 1-13 Mei 2008. Selain Extravaganza, ada 3 tayangan televisi yang juga dinilai bermasalah dan mendapatkan teguran pertama.

Selain Extravaganza, 2 program Trans TV lain juga mendapatkan teguran. 2 Program itu adalah Ngelenong Nyok dan Suami-suami Takut Istri. Kartun tentang bajak laut One Piece dari Global TV pun turut ditegur.

Menurut Yazirwan, tayangan-tayangan itu mengandung kekerasan, pelecehan terhadap kelompok masyarakat, tidak melindungi kepentingan anak-anak, dan tidak sesuai dengan norma kesopanan serta kesusilaan.

KPI, lanjut dia, memberi peringatan pertama bagi ketiga tayangan ini. Jika tidak berubah akan kembali mendapat teguran kedua yang merupakan teguran terakhir.

"Tim KPI memantau 3 sampai 4 jam tayangan-tayangan itu. Hasil kerjanya dicek dua kordinator tim analis dan membawa ke dewan juri, kemudian dirapatkan dengan Dewan Komisioner KPI," kata Yazirwan.

Dia menjelaskan, tim panelis diketuai oleh Prof Dr Arif Rahman dengan Wakil Ketua Dedi Nur Hidayat. Anggotanya terdiri dari Seto Mulyadi, Nina Armando, Bobby Guntarto, Razaini Taher dan dibantu 11 analis. ( fiq / nwk )

--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com

LinkWithin